Perindo Jabar Gratiskan Pelatihan Pekerja Migran di Cianjur: Jangan Hanya Berangkat, Harus Naik Kelas

CIANJUR — Menjadi pekerja migran bukan sekadar soal berangkat ke luar negeri dan memperoleh penghasilan. Keterampilan, pengetahuan, kesiapan mental, pemahaman perlindungan kerja, hingga kemampuan mengelola penghasilan menjadi bekal penting agar pengalaman bekerja di luar negeri benar-benar mampu mengubah kehidupan keluarga.

Semangat tersebut dibawa DPW Partai Perindo Jawa Barat melalui Program Aksi Nyata Go Jabar – Pekerja Migran Naik Kelas di Kabupaten Cianjur.

Bacaan Lainnya

Melalui program ini, Perindo Jabar memberikan pelatihan secara gratis bagi masyarakat, khususnya calon pekerja dan pekerja migran, sebagai upaya memperluas akses terhadap peningkatan keterampilan dan pengetahuan sebelum maupun selama bekerja di luar negeri.

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, mengatakan program tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperkuat kapasitas pekerja migran agar mereka tidak hanya siap berangkat, tetapi juga mampu bekerja secara profesional, terlindungi, serta memiliki perencanaan masa depan setelah kembali ke tanah air.

“Jangan hanya berangkat. Pekerja migran harus naik kelas. Artinya, mereka berangkat dengan keterampilan, bekerja dengan aman, mendapatkan penghasilan yang baik, dan pulang membawa perubahan bagi keluarganya,” ujar Rifqi.

Bukan Sekadar Pencari Kerja

Menurut Rifqi, pekerja migran memiliki kontribusi penting terhadap ekonomi keluarga sekaligus menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pembekalan pekerja migran tidak cukup hanya menyangkut prosedur keberangkatan. Mereka juga membutuhkan penguatan kompetensi, pemahaman mengenai perlindungan kerja, literasi keuangan, serta kemampuan merencanakan masa depan.

“Kita ingin pekerja migran tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing,” katanya.

Rifqi menilai tantangan pekerja migran justru tidak berhenti ketika mereka mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Tantangan berikutnya adalah bagaimana penghasilan yang diperoleh dapat dikonversikan menjadi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga.

Dari Penghasilan Menuju Kemandirian

Bekerja di luar negeri, kata Rifqi, seharusnya tidak hanya menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun masa depan.

“Penghasilan dari bekerja di luar negeri harus bisa menjadi modal untuk membangun masa depan. Jangan sampai sudah bertahun-tahun bekerja, tetapi ketika pulang tidak memiliki aset, usaha, atau perencanaan ekonomi yang jelas,” ujarnya.

Karena itu, Go Jabar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan sesaat. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan pekerja migran.

Penguatan keterampilan kerja, edukasi perlindungan pekerja, literasi keuangan, hingga perencanaan ekonomi pascakerja menjadi bagian penting agar pekerja migran memiliki posisi yang lebih kuat dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Pelatihan Gratis untuk Memperluas Akses

Keputusan memberikan pelatihan secara gratis merupakan bagian dari komitmen Perindo Jabar untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan peningkatan kapasitas.

Menurut Rifqi, keterbatasan biaya tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan sebelum bekerja ke luar negeri.

“Program Aksi Nyata harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Kalau masyarakat membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, kita hadir membuka aksesnya,” tutur Rifqi.

Ia menambahkan, pemberdayaan pekerja migran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, hingga organisasi masyarakat.

Perindo Jabar, kata Rifqi, tidak bermaksud mengambil alih peran pemerintah dalam perlindungan pekerja migran. Sebaliknya, Go Jabar diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat edukasi, kesiapan, dan kapasitas masyarakat.

Cianjur Jadi Titik Penguatan Go Jabar

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu wilayah yang dipilih dalam pengembangan Program Go Jabar karena peningkatan kapasitas pekerja migran perlu dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.

Pendekatan berbasis daerah dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi dari pusat-pusat perkotaan, tetapi juga mendapatkan akses pelatihan yang lebih dekat dengan lingkungan mereka.

Bagi Rifqi, keberhasilan Program Aksi Nyata tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Program Aksi Nyata adalah ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Dari yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dan dari sekadar bekerja menjadi mampu membangun kemandirian ekonomi,” katanya.

Melalui Go Jabar, Perindo Jabar ingin membangun perspektif baru bahwa menjadi pekerja migran bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan salah satu tahapan untuk mencapai kehidupan yang lebih mandiri.

“Berangkat untuk bekerja. Pulang membawa hasil. Naik kelas bersama keluarga,” pungkas Rifqi.

Program Go Jabar – Pekerja Migran Naik Kelas merupakan bagian dari Program Aksi Nyata Perindo Jawa Barat yang diarahkan untuk menghadirkan program relevan, membuka akses, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Perindo Jabar Maju Babarengan.

Aksi Nyata, Hasil Karasa.

Pos terkait