Zahra Khairunisa Raih IPK 3,98 di UM Bandung, Ungkap Kunci Sukses Menjaga Konsistensi

BANDUNG – Zahra Khairunisa berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dengan capaian akademik membanggakan. Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 pada momentum Wisuda ke-9 UM Bandung.

Di balik capaian tersebut, Zahra mengaku tidak mendapatkannya secara instan. Selama menjalani perkuliahan, ia berusaha menjaga konsistensi, bertanggung jawab terhadap setiap tugas, sekaligus membagi waktu antara kegiatan akademik dan nonakademik.

Bacaan Lainnya

“Saya selalu berusaha konsisten, selalu bertanggung jawab, dan memberikan yang terbaik atas setiap ikhtiar. Hal yang paling penting, saya selalu berusaha menikmati setiap prosesnya dan tidak terlalu membebani diri sendiri,” ujar Zahra usai prosesi wisuda.

Menurut Zahra, salah satu tantangan terbesar selama menjadi mahasiswa adalah menjaga konsistensi dan menentukan prioritas. Terlebih ketika tanggung jawab akademik, organisasi, maupun berbagai kegiatan kampus berlangsung dalam waktu yang bersamaan.

Karena itu, ia berusaha mengatur prioritas agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik. Baginya, menikmati proses perkuliahan menjadi bagian penting untuk menjaga semangat hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan.

Selain usaha pribadi, dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Zahra menyebut dukungan orang tua turut memberikan motivasi hingga dirinya mampu menyelesaikan studi dengan hasil yang membanggakan.

Setelah memperoleh gelar sarjana, Zahra berencana terus mengembangkan keahliannya di bidang pangan. Ia saat ini telah mulai bekerja di salah satu industri pangan di Bandung dan berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Sementara itu, Wisuda ke-9 UM Bandung diikuti para lulusan dari berbagai program studi. Prosesi tersebut turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah, jajaran pimpinan UM Bandung, Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Sekretaris BPH UM Bandung, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, orang tua dan wali wisudawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Capaian Zahra dengan IPK 3,98 menjadi gambaran bahwa prestasi akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan belajar, tetapi juga konsistensi, kemampuan mengatur prioritas, dukungan keluarga, serta kemampuan menikmati setiap proses selama menjalani pendidikan.

Pos terkait