BANDUNG – Isu regenerasi di tubuh Polri kembali mencuat seiring masa jabatan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah memasuki tahun kelima. Namun, pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menilai posisi Kapolri saat ini masih sangat kuat dan sulit tergoyahkan.
Alumni Fisipol UGM itu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka memuji kinerja Polri, khususnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat kunjungan kerja di Tuban, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
“Pernyataan Presiden itu bukan sekadar apresiasi biasa. Ada sinyal politik yang kuat bahwa posisi Kapolri masih sangat dipercaya,” ujar Heru saat ditemui di Bandung, Minggu (17/5).
Menurut dia, ucapan Prabowo yang menyebut Kapolri layak “dikontrak lagi” menunjukkan tingginya posisi tawar politik Listyo Sigit di lingkar kekuasaan saat ini.
“Kalimat itu tidak mungkin disampaikan tanpa pertimbangan. Ini memperlihatkan bahwa Listyo Sigit memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan,” katanya.
Heru menilai, Listyo Sigit kini tidak hanya menjalankan fungsi administratif sebagai Kapolri, tetapi juga telah menjadi bagian dari konstruksi politik dan keamanan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia menyebut ada sejumlah faktor strategis yang membuat mantan Kabareskrim itu tetap dipertahankan, mulai dari pengamanan agenda nasional, penegakan hukum, hingga dukungan terhadap program-program prioritas pemerintah.
“Hubungan Presiden dan Kapolri saat ini juga terlihat lebih dari sekadar hubungan formal antar lembaga,” ujarnya.
Di sisi lain, Heru menilai kecil kemungkinan Presiden Prabowo mengambil risiko mengganti figur yang dinilai masih efektif menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
“Sejak awal pergantian Kapolri memang bukan agenda yang mudah. Justru sekarang Listyo Sigit mendapat legitimasi politik langsung dari Presiden,” tuturnya.
Heru bahkan memprediksi akhir masa jabatan Listyo Sigit nantinya lebih ditentukan faktor usia pensiun dibanding pertimbangan politik.
“Artinya bukan karena kehilangan kepercayaan, melainkan karena batas usia jabatan,” katanya.
Selain itu, Heru menilai kekuatan politik Listyo Sigit juga ditopang jejaring elite yang luas. Selain disebut dekat dengan Presiden Prabowo, Kapolri juga dinilai memiliki hubungan baik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Kedekatan dengan berbagai pusat kekuasaan menjadi modal besar yang membuat posisinya semakin kokoh,” ujarnya.
Ia juga menyinggung komunikasi politik Listyo Sigit dengan Titiek Soeharto yang dinilai menunjukkan kedekatan dengan lingkar inti kekuasaan nasional.
“Dia mampu membaca arah politik dan menjaga komunikasi dengan banyak kelompok elite,” ucap Heru.
Lebih jauh, Heru melihat Listyo Sigit tengah membangun modal politik jangka panjang yang berpotensi berguna setelah pensiun dari institusi Polri.
“Saya kira karier politiknya belum selesai setelah pensiun,” katanya.
Bahkan, ia memprediksi nama Listyo Sigit berpotensi masuk radar kontestasi Pilpres 2029, baik sebagai calon wakil presiden maupun figur strategis yang dibutuhkan partai politik.
“Dia punya jaringan, legitimasi kekuasaan, dan modal elektoral yang cukup besar. Itu bisa menjadi tabungan politik menuju 2029,” pungkasnya.

















