Ranty Rachmatilah Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Posyandu untuk Percepat Penurunan Stunting

SUKABUMI – Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di Kota Sukabumi perlu didukung kolaborasi lintas sektor, penguatan pelayanan Posyandu, serta pengelolaan data yang akurat. Hal tersebut menjadi perhatian Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, dalam rapat rutin TP-PKK yang digelar di Kantor Sekretariat TP-PKK Kota Sukabumi, Senin (12/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pencegahan stunting dan pelaksanaan imunisasi kejar. Kedua program ini dinilai membutuhkan koordinasi berkelanjutan agar pelaksanaannya menjangkau keluarga dan anak-anak yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ranty Rachmatilah menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya melalui perencanaan, tetapi harus disertai pelaksanaan yang terukur, pemantauan berkala, dan evaluasi hingga tingkat masyarakat.

“Pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga membutuhkan kerja sama semua pihak. Setiap program harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, didukung data yang akurat, serta monitoring dan evaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran,” tegas Ranty.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam memantau tumbuh kembang balita, mendukung pemenuhan gizi, serta meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Karena itu, penguatan Posyandu perlu berjalan beriringan dengan peningkatan koordinasi antarpihak dan ketertiban administrasi. Sinkronisasi data juga menjadi perhatian agar kebutuhan masyarakat dapat teridentifikasi dan tindak lanjut program lebih terarah.

Selain membahas stunting dan imunisasi kejar, rapat tersebut menyoroti berbagai aspek kesehatan keluarga yang perlu mendapat perhatian secara menyeluruh.

Upaya tersebut mencakup pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu, pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan gerakan 3M Plus, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Perhatian juga diarahkan pada deteksi dini kanker pada perempuan, pemeliharaan kesehatan mental keluarga, dan pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat.

Ranty menekankan bahwa peningkatan kesehatan keluarga harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dan keterlibatan aktif masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu keluarga memahami pentingnya pencegahan penyakit serta penerapan pola hidup sehat.

“Pembangunan kesehatan harus dimulai dari keluarga. Pemenuhan gizi anak, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, pencegahan penyakit, hingga kepedulian terhadap kesehatan mental dan kebersihan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, ketertiban administrasi dan sinkronisasi data juga menjadi bagian penting yang ditekankan. Data yang terkelola dengan baik diperlukan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi berbagai program TP-PKK.

Koordinasi yang kuat antara kader, Posyandu, dan unsur terkait diharapkan dapat membantu memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan pemantauan di lapangan.

Melalui penguatan koordinasi dan pelaksanaan program yang berkesinambungan, TP-PKK Kota Sukabumi mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di seluruh wilayah kota.

Rapat rutin ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program kerja TP-PKK agar semakin terarah, sekaligus memperkuat kontribusi kader dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Sukabumi.

The post Ranty Rachmatilah Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Posyandu untuk Percepat Penurunan Stunting first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait