
SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, memaksa ratusan warga meninggalkan rumahnya.
Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi per 2 Maret 2026, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 100 kepala keluarga atau 333 jiwa.
Sebanyak 51 kepala keluarga dengan total 168 jiwa memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun ke lokasi yang dinilai lebih aman. Sementara itu, 48 kepala keluarga atau 160 jiwa saat ini menempati tenda pengungsian yang telah disediakan petugas.
Baca Juga: Rumah Panggung di Pasirsuren Palabuhanratu Ambruk Diterjang Hujan Deras
Selain itu, satu kepala keluarga yang terdiri dari lima jiwa memilih menyewa rumah sementara sebagai tempat tinggal.
Perwakilan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara karena proses asesmen masih berlangsung.
“Data sementara pergerakan tanah di Kampung Cijambe masih dalam proses asesmen ulang,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: SEG Hadirkan Listrik Mandiri untuk 520 Keluarga di Sekitar Gunung Salak
Ia menambahkan, tim BPBD terus melakukan verifikasi dan pembaruan data guna memastikan jumlah pasti warga terdampak sekaligus menghitung kebutuhan logistik di lokasi pengungsian.
Hingga kini, kondisi di lokasi bencana masih dalam pemantauan petugas untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan yang dapat membahayakan warga.
The post 333 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung, BPBD Lakukan Asesmen first appeared on Sukabumi Ku.













