Pemkot Bandung Bersama Astindo Dorong Wisata Ramah Muslim Di Kota Bandung

BANDUNG – Tren wisata ramah muslim atau Muslim Friendly Tourism di Indonesia terus mengalami lonjakan signifikan. Fenomena ini ditangkap cepat oleh Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dan Pemerintah Kota Bandung lewat gelaran Indonesia Travel and Halal Fair 2026 yang digelar di Festival Citylink, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).

Wakil Ketua Umum DPP Astindo, Aji Priadi Abadi, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap wisata halal kini tidak lagi terbatas pada perjalanan religi seperti haji dan umrah. Menurutnya, banyak muslim traveler yang kini ingin menjelajahi berbagai negara, termasuk negara-negara dengan populasi muslim sebagai minoritas, namun tetap merasa aman dan nyaman.

Bacaan Lainnya

Pihaknya mencatat, Astindo sudah menggelar pameran perjalanan sebanyak 25 kali. Dalam dua tahun terakhir, fokus Astindo bergeser untuk menjawab kebutuhan spesifik pelancong muslim.

“Ini sudah yang kedua di Bandung dan di Jakarta. Kami juga melakukan hal yang sama, tetapi dengan nama yang sedikit berbeda. Kalau di Jakarta yang akan kami selenggarakan 16-18 Oktober nanti adalah Astindo Muslim Friendly Travel Fair,” ujar Aji di sela-sela pameran.

Aji menegaskan, pameran ini hadir untuk menghilangkan kekhawatiran wisatawan muslim saat bepergian ke luar negeri. Mulai dari informasi makanan halal, lokasi tempat salat atau masjid, hingga jejak sejarah Islam di negara tujuan kini bisa didapatkan secara praktis dalam satu pameran.

“Bapak ibu yang akan bepergian ke luar negeri, di mana kita bisa menjadi Muslim minoritas, saat ini sudah tidak perlu khawatir lagi dalam rangka mencari makanan halal dan tempat salat atau tempat beribadah, termasuk juga Islamic heritage,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi langkah DPD Astindo Jawa Barat yang dinilai jeli melihat peluang besar pasar wisatawan muslim.

“Seiring dengan demand yang tinggi dari Muslim travelers, maka saya juga bangga sekali kepada DPD cabang yang telah menginisiasi di Jawa Barat membuat Indonesia Halal Travel Fair,” katanya.

Senada dengan Astindo, Pemerintah Kota Bandung juga mendorong penerapan konsep Muslim Friendly Tourism secara menyeluruh, tidak hanya di objek wisata religi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, tempat kuliner, hingga museum dan kampung wisata kreatif, untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi wisatawan muslim.

Fasilitas yang dimaksud mencakup ruang salat yang layak, area wudu yang nyaman dan terpisah untuk pria dan wanita, serta jaminan sajian makanan halal.

“Jadi tempat salatnya harus bagus, tempat mandi dan wudu nyaman. Tentu makanan juga harus halal karena mereka mencari destinasi yang aman, nyaman, dan berkesan,” kata Adi saat menghadiri acara tersebut.

Adi menyoroti sektor perhotelan dan mal yang sering menjadi titik lemah. Banyak wisatawan yang kebingungan mencari lokasi mushola saat menginap atau berbelanja karena penunjuk arah yang tidak jelas dan fasilitas yang kurang terawat.

“Kalau di mal atau hotel kan ada yang mau salat. Tempat salatnya di mana? Kadang tidak jelas. Tapi ada beberapa hotel yang kita datang, tempat salatnya nyaman dan tempatnya juga strategis,” ungkapnya.

Menurut Adi, kenyamanan fasilitas ibadah menjadi faktor penentu bagi wisatawan muslim dalam memilih destinasi. Ia mencontohkan, untuk bisnis kuliner, penerapan standar halal bisa menjadi nilai tambah yang besar. Sementara untuk destinasi seperti museum dan kampung wisata kreatif, konsep ramah muslim juga harus mulai diterapkan agar semua wisatawan merasa terlayani.

“Destinasi wisata itu ada kuliner, kalau hotel jelas tempat menginap yang nyaman, mal ini tempat yang disebut wisata pusat perbelanjaan, wisata belanja. Jadi di semua tempat, termasuk juga yang wisata-wisata seperti kampung wisata kreatif,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi antara Astindo dan Pemkot Bandung ini, diharapkan Kota Bandung semakin siap menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik dari sisi budaya dan kuliner, tetapi juga aman dan nyaman bagi wisatawan muslim lokal maupun mancanegara. (*)

Pos terkait