Bandung World Cinema 2026 Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

BANDUNG – Perayaan sinema dunia akan hadir di Kota Bandung melalui Bandung World Cinema (BWC) 2026. Festival film internasional edisi perdana ini merupakan ekstensi dari Jakarta World Cinema (JWC) dan akan menghadirkan ratusan film dari berbagai negara.

Bandung World Cinema 2026 dijadwalkan berlangsung secara hybrid, dengan pemutaran daring melalui KlikFilm pada 31 Oktober hingga 21 November 2026. Sementara pemutaran luring digelar selama delapan hari, yakni 14–21 November 2026, di CGV Paris Van Java, Bandung.

Bacaan Lainnya

Sebagai perpanjangan dari JWC, BWC menghadirkan lineup yang terdiri atas 207 film dari 69 negara. Sebanyak 120 film di antaranya merupakan karya yang meraih penghargaan di berbagai festival film bergengsi dunia.

Sejumlah film pilihan akan menjadi bagian dari program Bandung World Cinema 2026.

Film Fjord karya Cristian Mungiu ditetapkan sebagai film pembuka. Film tersebut disebut sebagai peraih Palme d’Or Cannes 2026.

Selain itu, BWC juga menghadirkan sejumlah film pilihan, di antaranya Minotaur karya Andrey Zvyagintsev yang meraih Grand Prize Cannes 2026, All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi yang meraih Best Actress Cannes 2026, The Debut karya Jesse Eisenberg, Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang meraih Special Jury Prize Venice 2026, serta Woman Unknown karya May el-Toukhy yang meraih Golden Lion Venice 2026.

Sementara itu, film horor terbaru garapan sineas Thailand Banjong Pisanthanakun, berjudul Inherit, akan menjadi film penutup festival.

Bandung World Cinema merupakan kolaborasi strategis antara The Panasdalam Pictures, CGV, dan Pemerintah Kota Bandung, dengan dukungan KlikFilm.

Festival ini tidak hanya menghadirkan program pemutaran film, tetapi juga dirancang sebagai ruang pertemuan bagi sineas, mahasiswa, komunitas film, serta pelaku industri kreatif.

Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, menyambut positif penyelenggaraan BWC edisi perdana.

“Pemerintah Kota Bandung menyambut dengan sangat bangga kehadiran edisi perdana Bandung World Cinema. Kota ini selalu menjadi rahim bagi kreativitas, inovasi, dan komunitas seni yang kuat,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, kolaborasi tersebut semakin mengukuhkan posisi Bandung sebagai salah satu episentrum industri kreatif. Kehadiran BWC juga dinilai dapat memberikan ruang bagi ekosistem film lokal untuk mengenal dan terinspirasi dari karya-karya terbaik dunia.

Selain pemutaran film, Bandung World Cinema 2026 menghadirkan program edukasi bertajuk In Conversation With.

Program tersebut berlangsung pada 15–19 November 2026 di CGV Paris Van Java. Kegiatan ini mempertemukan sineas ternama dengan sineas muda Bandung untuk membahas proses kreatif serta perkembangan dan dinamika industri film saat ini.

Rangkaian festival kemudian ditutup pada 21 November 2026 melalui program Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung.

Konsep layar tancap modern tersebut akan menampilkan kompilasi film pendek karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung.

Pada malam yang sama, penonton juga dapat menyaksikan film klasik yang telah direstorasi, Lewat Djam Malam, karya Usmar Ismail yang dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional.

Pemutaran film tersebut memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan Kota Bandung.

Steering Committee Bandung World Cinema, Pidi Baiq, menekankan bahwa festival ini tidak hanya ditujukan sebagai ajang menonton film, tetapi juga sebagai ruang berkumpul dan membangun interaksi antarelemen ekosistem film.

“Bandung itu kota yang romantis, menyenangkan, dan punya ikatan batin yang kuat dengan seni bercerita. Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang ‘nongkrong’ bareng, dari mahasiswa, pembuat film, sampai masyarakat umum,” ujar Pidi Baiq.

Sementara itu, Executive Director Bandung World Cinema, Frederica, mengatakan kehadiran BWC merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap film-film dunia.

“Membawa karya-karya film terbaik dunia ke kota yang memiliki basis sinefil dan audiens muda seantusias Bandung adalah sebuah pencapaian yang membanggakan,” kata Frederica.

Melalui Bandung World Cinema 2026, masyarakat Bandung tidak hanya mendapatkan akses terhadap karya sinema internasional, tetapi juga ruang untuk bertemu, belajar, dan membangun jejaring dalam ekosistem perfilman. (*)

Pos terkait