Bangun Kemandirian dan Kepedulian, SPPG Cibeureum Babakan II Berdayakan Yatim Piatu sebagai Relawan

SUKABUMI – Program Makan Bersama Gratis (MBG) yang dijalankan SPPG Cibeureum Babakan II, Kota Sukabumi, menghadirkan pendekatan berbeda dalam kegiatan sosial. Tidak hanya fokus pada pembagian makanan, program ini juga menjadi ruang pemberdayaan bagi anak yatim piatu.

Melalui dapur umum yang dikelola bersama, puluhan relawan dilibatkan secara aktif, termasuk remaja yatim piatu. Mereka turut ambil bagian dalam berbagai proses, mulai dari menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mendistribusikan hidangan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Darul Aitam Indonesia, Eri Supriatna yang akrab disapa H. Anom, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi anak-anak yatim.

Ia menuturkan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan membuka ruang pembelajaran. Anak-anak yatim diharapkan bisa memperoleh keterampilan hidup, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus merasakan bahwa mereka mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak yatim untuk belajar keterampilan hidup, membangun rasa percaya diri, dan merasakan bahwa mereka juga bisa berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Program ini juga membawa dampak positif bagi yayasan. Eri mengungkapkan, sejak adanya MBG, aktivitas yayasan yang sebelumnya sempat vakum kini kembali berjalan.

Ia menyebut, keberadaan program ini memungkinkan pihaknya kembali membina puluhan anak yatim, sekaligus melibatkan mereka dalam kegiatan yang produktif.

“Alhamdulillah, sejak adanya program MBG ini, yayasan kami yang sempat vakum kini bisa kembali mengurus puluhan anak yatim, termasuk memberdayakan mereka dalam dapur MBG,” ungkapnya.

Salah satu relawan, Nurul Aen Natasya, mengaku merasakan manfaat langsung dari keterlibatannya dalam program tersebut. Awalnya ia hanya sekadar mencoba, namun kini justru semakin bersemangat mengikuti setiap kegiatan.

“Awalnya saya cuma ikut-ikut, tapi sekarang jadi semangat. Saya belajar masak, kerja sama tim, dan ketemu banyak orang baik,” katanya.

Selain keterampilan praktis, para relawan juga mendapatkan nilai penting seperti empati dan solidaritas sosial. Hal ini menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan ke depan.

Saat ini, program dapur MBG telah mampu menyalurkan ribuan porsi makanan dalam satu kali kegiatan. Ke depan, penyelenggara berencana memperluas jangkauan program serta menambah pelatihan bagi relawan, termasuk di bidang manajemen dapur dan kewirausahaan sederhana.

Dengan konsep pemberdayaan ini, SPPG Cibeureum Babakan II berharap dampak program tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh para relawan yatim piatu yang tengah mempersiapkan masa depan mereka.

Pos terkait