Kemarau Tekan Debit Air Baku, Tirta Raharja Atur Distribusi ke Pelanggan

BANDUNG – Perumda Air Minum Tirta Raharja terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada pelanggan di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah pelayanan.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga September 2026, debit air baku mengalami penurunan rata-rata sekitar 23 persen dibandingkan kondisi normal, dengan fluktuasi penurunan antara 15 hingga 28 persen, bergantung pada kondisi masing-masing sumber air baku. Dalam kondisi normal, kapasitas produksi Perumda Air Minum Tirta Raharja mencapai sekitar 1.008 liter per detik.

Bacaan Lainnya

Direktur teknik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Dhani Lukman, mengatakan, penurunan debit air baku mulai terpantau sejak awal Juli 2026. Itu seiring dengan berkurangnya curah hujan dan kondisi iklim yang memengaruhi ketersediaan air baku. Dengan begitu, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku guna memastikan ketersediaan air dan menyesuaikan pola pelayanan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Salah satunya untuk pengaturan distribusi dalam menjaga pelayanan terhadap pelanggan,” kata Dhani.

Menurutnya, dampak penurunan debit air baku berpotensi dirasakan oleh pelanggan di 7 Kota Pelayanan, yaitu Soreang, Margaasih, Banjaran, Baleendah, Cileunyi, Cimahi, dan Cisarua.

Dari total 122.532 sambungan langganan, sekitar 12.907 sambungan rumah berada pada wilayah yang berpotensi mengalami penyesuaian pelayanan. Penyesuaian tersebut terutama berupa pengaturan jam pengaliran dan penurunan tekanan air, bukan penghentian pelayanan secara total.

Pengaturan distribusi dilakukan secara bergilir, khususnya pada wilayah yang berada di lokasi lebih tinggi atau memiliki jarak yang relatif jauh dari sumber air.

“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga pemerataan distribusi air kepada pelanggan dengan mempertimbangkan kondisi debit dan kapasitas produksi yang tersedia,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah langkah antisipasi yang terus dilakukan yakni, pengamanan dan pemantauan sumber air baku.

Dia menjelaskan, pemantauan kondisi sumber air baku dilakukan secara intensif, disertai pemeliharaan rutin pada titik-titik pengambilan air baku untuk menjaga keberlangsungan pasokan.

Selain itu ada pula pengaturan dan rekayasa distribusi. Perumda melakukan rekayasa jaringan perpipaan, penjadwalan pengaliran secara bergilir, serta pengaturan tekanan antar-zona untuk mengoptimalkan pemanfaatan air yang tersedia.

“Ditambah penyediaan fasilitas penyangga sebanyak 24 unit tandon air berkapasitas 2.000 liter per unit telah ditempatkan di sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan pasokan air,” ungkapnya.

Untuk melayani pelanggan, lanjut dia, penyiagaan armada mobil tangki pun sudah disiapkan bilamana ada permintaan dari pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Sebanyak 4 unit mobil tangki disiagakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air pelanggan dan masyarakat. Jumlah armada dapat ditambah sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Sejak Juli hingga September 2026, Perumda Air Minum Tirta Raharja telah menyalurkan air melalui armada mobil tangki dengan total distribusi mencapai sekitar 2.916.000 Liter.

“Penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air pelanggan dan masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan,” ujarnya.

Pelayanan lainnya terhadap pelanggan yang diutamakan yakni penguatan layanan pengaduan pelanggan. Dalam hal ini, pelanggan dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan melalui Contact Center, media sosial resmi Perumda Air Minum Tirta Raharja, aplikasi TiraQu, serta kantor pelayanan.

“Nantinya, setiap laporan menjadi bagian dari pemantauan kondisi pelayanan di lapangan,” ucapnya.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan sekaligus layanan kepada pelanggan, pihaknya melakukan koordinasi lintas instansi baik, dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kota Cimahi, BPBD, serta lembaga terkait lainnya.

“Tentunya langkah ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air, termasuk bagi masyarakat nonpelanggan yang terdampak kekeringan,” katanya.

Agar memudahkan pelanggan mendnapatkan pasokan air bersih ketika dibutuhkan, lajut dia, pihaknya membentuk satuan tugas kesiapsiagaan darurat kekeringan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau, Perumda Air Minum Tirta Raharja juga membentuk Satuan Tugas Kesiapsiagaan Darurat Kekeringan untuk memperkuat koordinasi, pemantauan, serta respons terhadap kondisi pelayanan di lapangan.

“Pelayanan prioritas ini dikhususkan bagi wilayah yang mengalami kendala pengaliran air,” ujarnya.

Sejauh ini, sebagian besar dari sekitar 12.907 sambungan rumah yang berada di wilayah terdampak masih mendapatkan pelayanan melalui jaringan perpipaan dengan penyesuaian waktu pengaliran.

Sementara itu, pelanggan yang berada di lokasi dengan kondisi pengaliran yang lebih sulit mendapatkan dukungan tambahan melalui mobil tangki maupun tandon air yang ditempatkan pada titik-titik strategis.

Perumda Air Minum Tirta Raharja terus melakukan Monitoring data dan evaluasi kondisi pelayanan secara realtime berdasarkan perkembangan debit air baku serta kondisi di masing-masing wilayah pelayanan.

Perumda Air Minum Tirta Raharja mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menggunakan air sesuai kebutuhan, serta memastikan tidak terjadi kebocoran pada instalasi air di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Di tengah kondisi musim kemarau, Perumda Air Minum Tirta Raharja berkomitmen untuk terus melakukan berbagai langkah antisipasi dan penanganan guna menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku dan menyesuaikan pola pelayanan berdasarkan kondisi di lapangan. Berbagai upaya, mulai dari pengaturan distribusi, penyediaan tandon, penyiagaan mobil tangki hingga koordinasi lintas instansi, terus dilakukan agar kebutuhan air pelanggan dapat tetap terlayani dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

“Tentunya kami dari pihak terkait mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menghadapi kondisi musim kemarau dengan menggunakan air secara bijak, hemat, dan bertanggung jawab,” tuturnya. (***).

Pos terkait