Kabupaten Bandung – Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, di Jalan Raya Soreang–Banjaran, Kampung Cipetir, RT 03 RW 14, Desa/Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 13.00 WIB tersebut bertujuan meninjau kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang dipimpin Kepala SRT 4 Kabupaten Bandung, Tintin Sri Suprihatin, dihadiri sekitar 800 peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico, Plt. Deputi IV Kantor Staf Presiden Fadjar Dwi Wisnuwardhani, Dirjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Agus Bhakti, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, Wakapolresta Bandung AKBP Putu Hendra yang mewakili Kapolresta Bandung, Direktur Utama PT Brantas Abipraya Agung Fajarwanto, jajaran kepala OPD dari sejumlah pemerintah daerah, serta perwakilan siswa dan orang tua.
Dalam paparannya, Kuswara menjelaskan ba
hwa pembangunan tahap II Sekolah Rakyat di Jawa Barat mencakup beberapa wilayah, yakni Cikarang (Kabupaten Bekasi), Jasinga (Kabupaten Bogor), dan Soreang (Kabupaten Bandung). Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 6,5 hingga 7,6 hektare dengan total luas bangunan mencapai 26.876,43 meter persegi.
Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, hingga sarana olahraga. Menurutnya, progres pembangunan di sejumlah lokasi telah mencapai sekitar 93 persen, sekaligus melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah merupakan langkah awal bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Ia menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak. Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan.
Dudung juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, penyelesaian pembangunan dalam waktu relatif singkat merupakan implementasi arahan Presiden yang dapat terwujud berkat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menegaskan bahwa Kantor Staf Kepresidenan akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Open House MPLS Gelombang II yang secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan melalui prosesi pemukulan gong, kemudian diakhiri dengan peninjauan fasilitas sekolah dan sesi foto bersama.
Berdasarkan data yang disampaikan pihak sekolah, SRT 4 Kabupaten Bandung memiliki 560 peserta didik, terdiri dari 56 siswa SD, 229 siswa SMP, dan 275 siswa SMA. Sekolah ini didukung oleh 161 tenaga pendidik, dengan fasilitas 36 ruang belajar, yakni 18 ruang SD, 9 ruang SMP, dan 9 ruang SMA.
Selain itu, tersedia empat gedung asrama yang masing-masing memiliki kapasitas 136 orang, sebagai bagian dari konsep pendidikan terintegrasi yang mendukung proses belajar dan pembinaan karakter peserta didik.

















