Kader Gerindra Bandung Minta DPD Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan Cabang

BANDUNG – Internal DPC Partai Gerindra Kota Bandung memanas. Beredarnya dugaan percakapan bernuansa seksual yang dikaitkan dengan Ketua DPC Gerindra Kota Bandung berinisial TW, memicu desakan dari kader agar DPD Gerindra Jawa Barat segera turun tangan.

Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bandung, Jejen Sudrajat, meminta DPD segera mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut sesuai mekanisme organisasi.

Bacaan Lainnya

Menurut Jejen, isu ini sudah menyebar hingga ke kader tingkat bawah dan berpotensi merusak soliditas partai menjelang agenda politik mendatang.

“Saya sudah laporkan ke DPD Gerindra Jabar. Saya minta TW dipanggil untuk klarifikasi dan diberi hak jawab,” ujar Jejen, Selasa (6/10/2026).

Jejen menyebut sejumlah kader telah mengantongi bukti percakapan yang beredar. Ia menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai urusan privat semata, karena menyangkut etik pejabat publik sekaligus pimpinan partai.

“Di beritanya itu ada dugaan permintaan video bugil, telanjang. Jelas ini etik. Apakah pantas seorang anggota DPRD meminta hal seperti itu ke lawan jenis?” ucapnya.

Ia mengaku sudah mencoba konfirmasi melalui penasihat TW. Dari informasi yang ia terima, TW sudah mengetahui persoalan ini dan akan mengungkap pihak yang diduga menyebarkan percakapan tersebut.

Namun Jejen menilai klarifikasi terbuka tetap harus dilakukan agar polemik tidak meluas. Ia juga mempertanyakan jika benar pihak yang berkomunikasi dengan TW adalah penipu, seharusnya dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Kalau memang penipuan, laporkan ke polisi, jangan ditangani sendiri,” tegasnya.

Jejen memastikan surat pengaduan telah diterima DPD Gerindra Jabar. Ia memberi tenggat tujuh hari untuk ditindaklanjuti, jika tidak ia akan membawa persoalan ini ke DPP Gerindra.

“Kalau tidak bisa membuat sanggahan, jangan didiamkan. Jika tidak ditanggapi DPD dalam tujuh hari, saya akan bawa ke pusat,” pungkasnya.

Sementara itu, TW saat dikonfirmasi membantah dan menyebut sedang memproses hukum pihak yang mengaku sebagai istri sirinya.

“Diminta wawancara dulu pihak yang mengaku sebagai istri siri saya dan saya sudah proses hukum. Kalau kamu mau ke saya, temui dulu yang menipu itu. Saya tahu yang menyebarkan internal Gerindra,” kata TW melalui sambungan telepon. (*)

Pos terkait