Dua Tahun Ayep Zaki di Kota Sukabumi, Beasiswa Bercahaya hingga Revitalisasi Stadion

SUKABUMI – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, sejumlah program pembangunan mulai diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, di tengah berbagai program yang berjalan, revitalisasi Stadion Suryakencana masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan persiapan lebih lanjut.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Bercahaya. Pada 2026, Pemerintah Kota Sukabumi mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,07 miliar untuk membiayai pendidikan 333 mahasiswa asal Kota Sukabumi.

Program yang digagas Ayep Zaki tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas SDM, serta mendukung upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

BACA JUGA: Kota Sukabumi Dapat Bantuan PJU dari Jabar, 424 Unit Lampu Jalan Dipasang

Kabar mengenai keberlanjutan program ini juga menjadi perhatian. Pada 2027, anggaran beasiswa diperkirakan meningkat, meskipun besaran alokasi berikutnya masih perlu dipastikan melalui perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPED), Asep Supriadi, menjelaskan bahwa evaluasi tahun kedua kepemimpinan kepala daerah perlu melihat perkembangan program yang telah berjalan, penambahan program unggulan, hingga tantangan dalam merealisasikan agenda pembangunan.

” Evaluasi tersebut menjadi penting untuk mengukur bukan hanya seberapa besar anggaran yang telah dialokasikan, melainkan juga sejauh mana manfaat program dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program Menyasar Masyarakat hingga Tingkat RW

Selain Beasiswa Bercahaya, Pemkot Sukabumi mengembangkan sejumlah program yang menyasar kelompok masyarakat dengan peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Dukungan diberikan kepada guru ngaji, marbot, guru madrasah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat peran masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

” Sementara pada sektor pembangunan berbasis kewilayahan, Pemkot Sukabumi mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,9 miliar untuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW),” jelasnya.

Melalui program ini, pembangunan diarahkan agar lebih dekat dengan kebutuhan warga di lingkungan masing-masing. Pendekatan berbasis RW diharapkan dapat mendukung penyelesaian kebutuhan lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

BACA JUGA: Gairahkan Olahraga Voli di Sukabumi, Wali Kota Ayep Zaki Gelar Pertandingan Bersama IGORNAS dan SKPD

Sementara itu, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendapat dukungan berupa subsidi sebesar Rp2,5 juta. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk fasilitasi pemerintah daerah bagi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri.

Berbagai program itu memperlihatkan bahwa agenda pembangunan Kota Sukabumi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pendidikan, penguatan ekonomi, dan pemberdayaan sosial.

Stadion Suryakencana Butuh Anggaran dan Perencanaan Matang

Di balik program-program yang terus dikembangkan, Pemkot Sukabumi masih menghadapi tantangan dalam merealisasikan sejumlah agenda pembangunan. Salah satunya adalah rencana revitalisasi Stadion Suryakencana atau Stadion Surkencana.

Revitalisasi fasilitas olahraga tersebut membutuhkan persiapan teknis dan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit. Pemerintah kota perlu menjajaki sumber pendanaan dari pihak ketiga agar rencana pembenahan stadion dapat direalisasikan.

Tantangan lainnya berkaitan dengan keterbatasan lahan dan aksesibilitas di kawasan stadion. Pengaturan arus kendaraan serta upaya mengurai potensi kemacetan perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan agar operasional stadion nantinya tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan sekitarnya.

Kondisi fasilitas juga menjadi perhatian. Sejumlah bagian stadion yang mengalami kerusakan akibat penggunaan untuk berbagai kegiatan memerlukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh.

BACA JUGA: Kadinkes Sukabumi Ida Halimah Hadiri Peringatan Hari Santri 2026, Dorong Santri Peduli Kesehatan Masyarakat

Penataan tersebut diperlukan agar fasilitas olahraga itu dapat memenuhi standar teknis dan persyaratan yang dituju. Karena itu, perencanaan revitalisasi tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga harus memperhitungkan fungsi stadion, kelayakan fasilitas, serta kenyamanan dan keselamatan pengguna.

Dari sisi teknis, Pemkot Sukabumi masih perlu mematangkan perencanaan, termasuk menjajaki kebutuhan konsultan perencana untuk memastikan rancangan revitalisasi sesuai dengan standar nasional yang dituju.

Dengan berbagai kebutuhan tersebut, realisasi revitalisasi Stadion Suryakencana masih memerlukan langkah lanjutan, terutama dalam pemenuhan anggaran, penyusunan perencanaan teknis, dan penataan akses kawasan.

Mengukur Manfaat, Bukan Sekadar Jumlah Program

Dikatakan Asep, Evaluasi tahun kedua kepemimpinan Ayep Zaki dan Bobby Maulana menjadi momentum untuk melihat kesinambungan antara program yang telah dijalankan dengan hasil pembangunan yang ingin dicapai.

Beasiswa Bercahaya dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar, P2RW senilai Rp8,9 miliar, dukungan bagi kelompok masyarakat, serta subsidi calon PMI merupakan sejumlah agenda yang telah dikembangkan pemerintah daerah.

Namun, keberhasilan program-program tersebut pada akhirnya perlu diukur melalui manfaat nyata yang diterima masyarakat.

BACA JUGA:  Lewat Program Genting, BAPPEDA Kota Sukabumi Terus Tekan Angka Stunting

” Pada sektor pendidikan, misalnya, keberlanjutan beasiswa perlu diikuti dengan peningkatan akses dan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Sementara program pemberdayaan kewilayahan perlu dilihat dari kesesuaiannya dengan kebutuhan warga,” katanya.

Di sisi lain, rencana revitalisasi Stadion Suryakencana menunjukkan bahwa tidak semua agenda pembangunan dapat direalisasikan dalam waktu singkat. Kebutuhan anggaran, kesiapan teknis, dan persoalan akses menjadi faktor yang perlu diselesaikan secara bertahap.

Asep Supriadi menegaskan pentingnya evaluasi pembangunan daerah untuk melihat sejauh mana program-program pemerintah berjalan sekaligus mengidentifikasi tantangan yang harus ditindaklanjuti.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan tahun kedua pemerintahan Kota Sukabumi bukan semata-mata banyaknya program yang diluncurkan atau besarnya anggaran yang terserap.

” Tetapi konsistensi pelaksanaan, ketepatan sasaran, dampak bagi masyarakat, serta kemampuan menuntaskan pekerjaan rumah pembangunan akan menjadi bagian penting dalam menilai arah kemajuan Kota Sukabumi ke depan,” pungkasnya. (Bal)

The post Dua Tahun Ayep Zaki di Kota Sukabumi, Beasiswa Bercahaya hingga Revitalisasi Stadion first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait