BANDUNG – Pesawat kembali menghiasi langit Kota Bandung. Bandara Husein Sastranegara Bandung resmi kembali melayani penerbangan domestik mulai Jumat (14/8/2026), ditandai dengan dibukanya kembali rute Bandung–Bali pada hari pertama operasional.
Kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara diharapkan memperkuat konektivitas Jawa Barat sekaligus memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Mohammad Rizal Pahlevi, mengatakan dibukanya kembali penerbangan dari Bandung berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan wisata maupun mengunjungi keluarga.
“Dengan dibukanya lagi bandara, khususnya di Kota Bandung, secara tidak langsung akan bertambah wisatawan lokal yang ingin berlibur ataupun bercengkrama dengan sanak saudara. Selain itu, UMKM Kota Bandung yang sempat lesu akan terkena dampak positif dengan dibukanya lagi bandara di Kota Kembang ini,” ujar Mohammad Rizal Pahlevi.
Setelah beberapa tahun tidak melayani penerbangan komersial secara reguler, Bandara Husein Sastranegara kini kembali dipersiapkan untuk mendukung aktivitas penerbangan dengan peningkatan berbagai aspek operasional.
“Setelah beberapa tahun bandara ini vakum, alhamdulillah hari ini telah bisa dipergunakan kembali dengan meningkatkan semua aspek yang telah disepakati dengan dinas terkait seperti perhubungan dan lainnya,” katanya.
Tak hanya penerbangan domestik, pengembangan konektivitas dari Bandung juga mulai diarahkan ke rute internasional. Dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, penerbangan menuju sejumlah negara tetangga ditargetkan mulai dibuka.
“Kami perkirakan tiga bulan ke depan, antara bulan Oktober, bukan hanya domestik, akan ada penerbangan seperti Malaysia, Singapura dan negara tetangga terdekat lainnya,” ujarnya.
Kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara Bandung menjadi angin segar bagi konektivitas Jawa Barat. Selain mempermudah perjalanan masyarakat, keberadaan kembali penerbangan dari Bandung diharapkan ikut menggerakkan sektor pariwisata, hotel, kuliner, transportasi, hingga UMKM di Kota Bandung dan sekitarnya. (Rul)

















