SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu daerah penyangga sekaligus kekuatan strategis ketahanan pangan di Jawa Barat. Potensi sektor pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan menjadi peluang yang perlu dioptimalkan agar mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sukabumi di wilayah Kecamatan Nagrak, Rabu (4/11/2026).
Menurut Andreas, luas wilayah dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sukabumi menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan regional. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang terarah, mulai dari peningkatan produksi hingga kelancaran distribusi.
“Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya pangan yang sangat beragam. Baik potensi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pangan lokal yang sangat melimpah. Ketika dikelola dengan baik, potensi ini akan bermanfaat untuk semua pihak secara luas,” ujarnya.
Andreas menegaskan, persoalan pangan tidak bisa hanya dilihat dari sisi produksi dan nilai ekonomi. Lebih dari itu, pangan merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, ketahanan pangan harus mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari ketersediaan bahan pangan, keterjangkauan harga, keamanan konsumsi hingga kelancaran distribusi.
“Ketahanan pangan pun tidak sekadar berbicara ketersediaan bahan pangan saja, namun mencakup keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, keamanan pangan, serta kemampuan masyarakat dalam mengakses dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” jelasnya.
Ia juga menilai ketahanan pangan memiliki hubungan erat dengan pengendalian inflasi. Ketika pasokan terganggu atau distribusi tidak berjalan optimal, gejolak harga pangan dapat langsung dirasakan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun kebijakan yang terintegrasi untuk meningkatkan produksi, memperkuat cadangan pangan, menjaga rantai distribusi, serta mengendalikan harga agar tetap terjangkau.
“Ini semua perlu dikelola secara terpadu untuk memastikan produksi pangan meningkat, distribusi berjalan lancar, cadangan pangan tersedia, dan harga tetap berada dalam batas yang wajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Junanto Herdiawan, menilai sektor pangan menjadi salah satu komponen yang berpengaruh terhadap inflasi. Oleh sebab itu, pengendalian harga pangan membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas daerah.
Ia menyebut High Level Meeting TPID menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai kepentingan daerah, terutama dalam membangun pola kerja sama yang saling menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
“Forum ini luar biasa dan strategis. Sebab menjadi ruang diskusi antar daerah untuk sama-sama berdiskusi berkaitan ketahanan pangan. Bahkan bisa menjadi kerja sama daerah yang saling melengkapi kebutuhan pangan daerah,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Gatot Sugiharto, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya diisi diskusi panel, tetapi juga diarahkan pada langkah konkret melalui penguatan kerja sama antardaerah.
Sejumlah daerah yang terlibat dalam penjajakan maupun penandatanganan kerja sama penyelenggaraan ketahanan pangan di antaranya Kabupaten Lebak, Cianjur, Kota Sukabumi, dan Bogor.
“Selain diskusi panel untuk menentukan berbagai langkah strategis terkait ketahanan pangan, hadir juga sejumlah narasumber. Bahkan di dalamnya diisi perjanjian kerja sama antardaerah tetangga terkait penyelenggaraan ketahanan pangan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menyerahkan hibah kendaraan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Melalui penguatan koordinasi dan kerja sama lintas wilayah, Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakatnya sendiri, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam menopang kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga di Jawa Barat.
The post Wabup Andreas Dorong Sukabumi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Jawa Barat first appeared on Sukabumi Ku.








