
SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi mulai menyusun strategi besar untuk mengubah wajah pariwisata daerah. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa pihaknya tengah merancang penguatan ekosistem wisata yang tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan terarah, dengan visi menjadikan Sukabumi sebagai destinasi unggulan.
Gagasan tersebut muncul dari tingginya mobilitas masyarakat yang tercatat selama momentum Ramadan hingga Lebaran. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, pergerakan keluar-masuk Kota Sukabumi mencapai sekitar 2 juta orang—angka yang dinilai mencerminkan besarnya potensi wisata yang selama ini belum dikelola maksimal.
“Pergerakan masyarakat saat momen itu sangat tinggi, bahkan menyentuh angka jutaan. Ini menunjukkan Sukabumi punya daya tarik besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” ujar Bobby saat menghadiri kegiatan di Ponpes Al Fath, Jumat (17/4).
BACA JUGA : HUT ke-112 Kota Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Generasi Muda Lestarikan WBTB
Namun, lonjakan tersebut juga memunculkan persoalan klasik: kemacetan parah hingga waktu tempuh perjalanan membengkak menjadi 8 sampai 11 jam. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sistem pengelolaan wisata masih perlu dibenahi secara serius.
Alih-alih melihatnya sebagai hambatan, Pemkot justru menganggap fenomena ini sebagai peluang. Konsep wisata terintegrasi pun disiapkan, mulai dari walking tour hingga paket kunjungan budaya yang terstruktur.
Salah satu titik yang akan diangkat adalah Pondok Pesantren Al Fath, yang dinilai memiliki kekuatan atraksi budaya lokal. Berbagai pertunjukan khas seperti boles, lisung ngamuk, hingga silat tradisional direncanakan masuk dalam rangkaian paket wisata.
“Nantinya wisatawan tidak hanya lewat, tapi kita arahkan. Ada jalur wisata, ada pengalaman budaya yang bisa dinikmati secara langsung,” jelasnya.
BACA JUGA : Musrenbang Tiga Kelurahan, Wakil Wali Kota Fokuskan Transformasi SDM dan Ekonomi Kreatif
Selain itu, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan revitalisasi Gedung Aher untuk dijadikan pusat pertunjukan seni dan budaya. Proyek renovasi dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 dengan target pengerjaan selama lima bulan.
Gedung tersebut diharapkan menjadi simpul utama kegiatan seni, sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis pengalaman di Kota Sukabumi.
Dengan pendekatan ini, Pemkot berharap wisatawan tidak sekadar singgah, tetapi tinggal lebih lama dan berkontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi lokal. Sektor pariwisata pun ditargetkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan daerah ke depan.
The post Bobby Maulana Mimpi Sukabumi Rasa Bali, Untuk Genjot Ekonomi di Sektor Pariwisata first appeared on Sukabumi Ku.















